Jajang Nurjaman Dipermasalahkan Lisensinya Oleh Menpora

Langitsatu.com – Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, menyerahkan sepenuhnya kepada PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator turnamen Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo, perihal pernyataan...
Jajang-Nurjaman-Persib-oke-640x401

Langitsatu.com – Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, menyerahkan sepenuhnya kepada PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator turnamen Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo, perihal pernyataan Menpora RI, Imam Nahrawi, yang mempertanyakan penerapan regulasi pelatih di TSC 2016. “Soal regulasi yang dipertanyakan Menpora, kami serahkan saja sama GTS. Kami pasrah saja mau bagaimana lagi, seharusnya dicarikan solusi. Saya pikir soal lisensi itu bisa dilakukan (kursus kepelatihan) sambil berjalan,” ujar Umuh seperti dilansir bola.com Sabtu (6/8) di Bandung.

Umuh mengungkapkan pada tahun lalu memang sempat ada jadwal kursus kepelatihan A AFC. Namun karena Indonesia sedang disanksi FIFA, akibatnya pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman, tidak bisa ikut kursus kepelatihan.

“Tapi, saya pikir jangan terlalu juga (penerapan aturannya). Toh TSC ini hanya turnamen. Sebelumnya (lisensi) Djadjang tidak dipermasalahkan saat di ISL, bahkan dia mampu membawa Persib juara ISL dan Piala Presiden,” kata sang manajer.

Umuh menambahkan sebagai pelatih yang berprestasi, seharusnya Djadjang difasilitasi dan dikembangkan, bukan dipatahkan begitu saja. Terlebih masalah lisensi tersebut tidak akan memengaruhi jalannya TSC 2016 karena ajang ini bukan agenda resmi FIFA.

“Kenapa tidak dari awal dipermasalahkannya, masak Persib mau ganti pelatih lagi. Sekarang kami akan jalan dulu seperti biasa. Biarkan masalah itu (peraturan lisensi) PT GTS yang memutuskan. Kalau tidak boleh ya sudah mending berhenti saja,” ucap Umuh, kecewa. Seperti diketahui Menpora Imam Nahrawi meminta kepada PT GTS untuk menjalankan peraturan yang telah ditetapkan, khususnya soal lisensi pelatih di TSC 2016. Aturan pasal 37 ayat 1 menyebutkan seorang pelatih kepala klub sekurang-kurangnya harus memiliki sertifikat AFC A.

Namun, di ajang TSC ini tercatat ada beberapa klub yang menggunakan pelatih yang belum berlisensi sesuai aturan, semisal Suharto AD (PS TNI), Djadjang Nurdjaman (Persib), dan Jan Saragih (Persija), sehingga Menpora merasa perlu mempertanyakan konsistensi PT GTS dalam menerapkan regulasi.

Sebelumnya, Persija Jakarta dan Persib Bandung terancam tak bisa menggunakan jasa pelatih yang saat ini menangani tim, untuk putaran kedua Torabika Soccer Championship 2016 presented by IM3 Ooredoo.

Operator TSC, PT Gelora Trisula Semesta meminta semua klub mematuhi syarat lisensi pelatih seperti pada kompetisi ISL, yakni A AFC (atau A federasi lain). Saat ini pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman baru mengantongi lisensi B AFC. Begitu pula dengan JanSaragih. Dia seharusnya mengambil kursus lisensi A AFC di Brunei Darussalam pada tahun lalu. Tapi karena PSSI sedang dalam sanksi FIFA, Jan pun gagal memiliki lisensi A AFC. “Nantinya klub harus tetap mengganti pelatih atau memperbarui lisensi setelah putaran pertama TSC berakhir pada 28 Agustus. Mereka harus berkomitmen dengan regulasi yang ada, yakni memenuhi standar A AFC,” ujar CEO PT GTS, Joko Driyono saat ditemui di POR Pelita Jaya, Bojongsari, Depok, Jawa Barat.

Sejak awal TSC, PT GTS menempatkan regulasi A AFC untuk pelatih yang menangani klub peserta. Pada awal kompetisi, Persib dan Persija tidak ada masalah. Persib ditangani Dejan Antonic dan Persija dilatih Paulo Camargo.
Namun, pada tengah putaran pertama, Dejan mengundurkan diri dan manajemen Persib menunjuk Djanur. Sementara, untuk Persija masih ditangani Jan Saragih sebagai caretaker. GTS berharap regulasi lisensi kepelatihan bisa dijalankan dengan baik oleh semua klub.

Dengan dasar tersebut, Persib dan Persija atau klub lain yang pelatihnya belum berlisensi A AFC segera mencari solusi. Macan Kemayoran sudah mengambil langkah dengan membidik pelatih asal Eropa Timur. Sementara, manajemen Persib masih belum bergerak. Selain Persib dan Persija, pelatih PS TNI, Suharto AD juga belum berlisensi A AFC. Suharto kembali menangani PS TNI setelah Eduard Tjong mundur.

Perseru Serui juga sebenarnya bermasalah dengan lisensi pelatih saat masih ditangani Agus Sutiono. Namun, manajemen Perseru mencari cara lain, yakni dengan menempatkan Hanafi yang berlisensi A AFC sebagai pendamping. Persib pernah melakukan hal serupa saat mereka tampil di Piala AFC 2015 dengan menempatkan Emral Abus sebagai pendamping Djanur. (arg)

Categories
Sport

Belum Sukses
No Comment

Leave a Reply

*

*

RELATED BY