Oculus Sedang MEmpersiapkan VR Dengan Teknologi Canggih

Langitsatu.com – Oculus disebut tengah menyiapkan penantang Gear VR dan Daydream View dengan teknologi yang lebih canggih lagi. Seorang jurnalis bernama Nicole Lee asal Engadget pun berkesempatan menjajal gear...

Langitsatu.com – Oculus disebut tengah menyiapkan penantang Gear VR dan Daydream View dengan teknologi yang lebih canggih lagi. Seorang jurnalis bernama Nicole Lee asal Engadget pun berkesempatan menjajal gear ini, bagaimana impresinya?

Lee tiba-tiba dikejutkan oleh kedatangan staf Oculus yang membawa sebuah headset VR yang digadang-gadang akan jadi penantang terkuat Gear VR dan Daydream View. Bentuknya sangat terlihat mirip Rift, namun lebih berantakan. Mungkin karena masih prototipe sehingga desainnya juga masihbelum sempurna. Berbeda dengan Rift, ada semacam kotak yang terletak di bagian belakangnya. Ketika digunakan, kotak tersebut posisinya ada di belakang kepala.

Kotak tersebut terhubung ke depan lewat kabel-kabel yang melintas di atas kepala pengguna. Bisa dipastikan di balik kotak itu adalah sebuah PC yang menjadi tenaga Santa Cruz. Namun, belum ada informasi mengenai spesifikasinya. Selain itu juga ada kamera berukuran kecil di sekitar Santa Cruz yang jumlahnya empat buah yang berguna untuk mendukung fitur ‘inside-out tracking’ yang dijanjikan Oculus. Beberapa saat sebelumnya, Oculus menggelar sebuah acara bertajuk Connect 3. Di situ perusahaan ini mengungkap Santa Cruz sekaligus membeberkan kelebihannya dibanding pesaing, yang salah satunya adalah ‘inside-out tracking’. Lantas apa kegunaan ‘inside-out tracking’ sebenarnya?

Seperti dilansir langitsatu.com dari Engadget, ‘inside-out tracking’ adalah sebuah fitur yang memungkinkan pengguna merasakan sepenuhnya lingkungan VR. Jadi kalau di headset VR lainnya pengguna harus menggunakan kontroler stik atau mengandalkan tombol-tombol yang ada, maka dengan ‘inside-out tracking’ pengguna bisa langsung bergerak sendiri untuk merasakan dunia VR yang ada di pandangannya. Adapun fungsi keempat kamera tadi juga untuk menjaga pengguna agar tidak menabrak barang-barang yang ada di sekitarnya.

Saat mengenakan Santa Cruz, Lee awalnya hanya melihat ruangan kosong tanpa ujung. Ia pun diminta berjalan sejauh yang Ia bisa, benar-benar melangkah, bukan pakai kontroler stik atau menekan tombol. Ia berjalan hingga mendekati dinding. Menariknya, menurut pengakuan Lee di tampilan Santa Cruz muncul sebuah garis. Awalnya ia bingung maksudnya, namun ketika menyentuh dinding Lee baru sadar kalau garis tersebut mewakili rintangan yang ada di depannya di dunia nyata.

Dari sinilah baru ketahuan fungsi sesunggunya fitur ‘inside-out tracking’. Keempat kamera bertujuan untuk mengenali lingkungan di sekitar, kemudian memberikan peringatan ke pengguna.
Bahkan ketika dibandingkan dengan Rift, Lee mengaku bisa merasakan pengalaman yang sama. Malah Ia tak harus terpaku dengan kabel yang kalau di Rift membatasi gerakan lantaran terhubung ke PC. Saat ditanya apakah Santa Cruz bisa dihubungkan dengan kontroler Oculus Touch, pihak Oculus menyebut masih terlalu dini untuk mengatakannya.

Belum ada perkiraan kapan pengembangan Santa Cruz akan rampung. Tapi bila akhirnya diluncurkan, Samsung atau bahkan Google jelas-jelas harus waspada. Sebab pengguna tak perlu lagi beli ponsel mahal atau PC dengan spesifikasi menguras kantong. Tinggal pasang di kepala dan nyalakan, pengguna sudah akan terbawa di dunia VR nan interaktif yang sesungguhnya. (BK)

Categories
Technology

All about Toys & Stage Photography
No Comment

Leave a Reply

*

*

RELATED BY