Kesedihan Dalam Keriangan Musik dan Goyangan dalam Lakon Princess Pantura

Program Indonesia Kita kembali menampilkan karyanya,mengangkat tema Budaya Pop: Dari Lampau ke Zaman Now dalam produksi ke-28 Indonesia Kita bersama Bakti Budaya Djarum Foundation menghadirkan lakon Princess Pantura.Pertunjukan ini...

Program Indonesia Kita kembali menampilkan karyanya,mengangkat tema Budaya Pop: Dari Lampau ke Zaman Now dalam produksi ke-28 Indonesia Kita bersama Bakti Budaya Djarum Foundation menghadirkan lakon Princess Pantura.Pertunjukan ini diselenggarakan di Graha Bhakti Budaya,Taman Ismail Marzuki,Jakarta pada 20-21 April 2018.

Princess Pantura berkisah tentang persaingan Surti dan Silir,dua biduan kampung yang ingin terkenal sebagai penyanyi dangdut.Keduanya terpesona dengan kesuksesan,terobsesi menjadi artis yang terlihat gemerlap di bawah sorot lampu panggung dan kamera televisi.Keduanya melakukan berbagai cara untuk mewujudkan mimpi,ikut lomba menyanyi dan bersaing dengan para kontestan lain.Sruti dan Silir memasuki dunia persaingan,berebut kesempatan untuk menjadi terkenal.

Dalam pementasannya,Indonesia Kita mengolah lagu-lagu dangdut pantura sebagai dasar cerita.Sebagai sub genre dangdut,musik dangdut pantura merupakan cermin budaya dan gambaran sosial masyarakat pesisir,yang terbuka dan energik,sekaligus sebagai ekspresi kreatif untuk menyatakan identitas.

“Sebagai tercemin dalam banyak lagu dangdut pantura,penderitaan dan kesedihan disampaikan dengan keriangan musik dan goyangan.Politik boleh semakin menjengkelkan,hidup boleh semakin sulit,tapi kita mesti tetap bergoyang.Hidup barangkali memang menjadi semakin asyik bila dirayakan dengan cara asyik bergoyang,” ujar Butet Kartarejasa,selaku tim kreatif pementasan ini.

Pementasan ini menghadirkan JKT48,Cak Lontong,Akbar,Marwoto,Tarzan,Silir Pujiwati,Sruti Respati,Daniel Christianto,Trio GAM,Arie Kriting,Mucle,Inayah Wahid dan Orkes Melayu Banter Banget.Musik pementasan ditata oleh Djaduk Ferianto dilengkapi dengan tampilan artistik panggung oleh Ong Hari Wahyu.

Pementasan Princess Pantura ini digelar di Graha Bakti Budaya,Taman Ismail Marzuki pada hari jumat,20 April 2018 pukul 20.00 WIB dan pada hari sabtu,21 April 2018 pada pukul 14.00 WIB dan 20.00 WIB.Pembelian tiket online dapat dilakukan melalui www.kayan.co.id atau www.blibli.com dengan harga mulai Rp. 150.000 sampai Rp. 750.000.

 

Categories
Entertainment
No Comment

Leave a Reply

*

*

RELATED BY